Kamis, 06 Maret 2014

Temuan Thomas Alfa Edison Yang Belum Terungkap

0 komentar
Bila Anda lihat tema Google Doodle (logo Google) hari ini, maka Anda akan mendapati bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Thomas Alva Edison yang ke-164.

Lahir di Ohio pada 1847, Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak tinjauan penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric.

Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.

Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.



1. Mesin suara (1868)



Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat tinjauan temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak.

Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, "Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia," katanya.



2. Boneka Bicara (1877)



Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka.

Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.


3. Baterai untuk Mobil Listrik (1880)

Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.



Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi "Mobil listrik telah mati." Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.



4. Film Frankenstein (1910)



Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.



5. Telepon untuk Arwah (1920)

Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.



Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah bertinjauan ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.
Read more ►

Selasa, 26 November 2013

Temuan Baru Banyak Planet Seukuran Bumi Bisa Dihuni

0 komentar
Ilustrasi lima planet dalam sistem Kepler-62
Ilustrasi lima planet dalam sistem Kepler-62 dengan
dua zona yang bisa dihuni, yaitu area dalam jarak dengan
bintang yang memberikan cahaya dan kehangatan sehingga
secara teori air bisa muncul ke permukaan. (sumber: Discovery News)
- Misteri tentang adanya kehidupan amat jauh dari bumi mulai mendapat titik terang yang melampaui harapan paling gila para astronom Senin (4/11) kemarin.

Berdasarkan analisis terbaru dari pesawat luar angkasa Kepler milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), para astronom memperkirakan terdapat hingga sekitar 40 miliar planet seukuran bumi yang bisa dihuni.

Satu dari setiap lima bintang mirip matahari memiliki sebuah planet seukuran bumi yang berotasi di zona bernama Goldilocks -- tidak terlalu panas, tidak terlalu dingin -- di mana temperatur permukaan cocok untuk hadirnya air, menurut kalkulasi yang dilakukan dalam tiga tahun terakhir oleh Erik Petigura, mahasiswa di University of California, Berkeley.

Analisis Petigura merupakan langkah maju yang luar biasa dalam misi yang diemban Kepler, yaitu mengukur faksi mana dari bintang-bintang mirip matahari yang memiliki planet seukuran bumi.

Pedoman ini, yang sering disebut sebagai eta-Earth, merupakan satu faktor penting dalam Persamaan Drake yang digunakan untuk memperkirakan jumlah hadirnya peradaban lain.

Karya tulis Petigura diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science.

“Terlihat bahwa alam semesta ini menghasilkan banyak sekali real estate untuk kehidupan yang entah kenapa memiliki kemiripan dengan kehidupan di bumi,” kata Petigura.

Dalam dua dekade terakhir, para astronom telah mendata lebih dari 1.000 planet yang mengelilingi bintang-bintang lain, yang disebut sebagai exoplanets. Kepler, dalam empat tahun umurnya sebelum rusak dan keluar jalur karena masalah mekanik musim dingin yang lalu, telah mengumpulkan tambahan sekitar 3.500 kandidat.

Temuan baru ini bisa mengarahkan rencana dalam beberapa tahun ke depan untuk menemukan kembaran bumi yang cukup dekat dari sini untuk bisa dipelajari.

Jarak terdekat planet seperti ini mungkin “hanya” 12 tahun cahaya jauhnya.

“Bintang yang demikian bisa dilihat dengan mata telanjang,” kata Petigura.

Temuannya juga didasarkan pada laporan sebelumnya yang ditulis oleh David Charbonneau dan Courtney Dressing dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang menemukan sekitar 15% bintang yang lebih kecil dan bintang-bintang yang disebut “bintang kerdil merah” memiliki planet-planet seukuran bumi.

Ilmuwan lain, Ravi Kopparapu dari Pennsylvania State University, menggunakan pendekatan yang tidak terlalu konservatif dan menemukan bahwa setengah dari semua bintang kerdil merah memiliki planet-planet seukuran bumi.

Geoffrey Marcy dari University of California, Berkeley, yang mengawasi riset Petigura, mengatakan: “Ini karya paling penting di mana saya pernah terlibat. Akhirnya. Adakah bumi lain yang bisa dihuni di luar sana? Saya merasa agak tergelitik.”

Menurut kalkulasi Petigura, faksi bintang-bintang dengan planet seperti bumi mencapai 22%, plus-minus 8%, tergantung pada bagaimana mendefinisi zona yang bisa dihuni.

Namun ada juga pertanyaan penting. Meskipun planet-planet ini seukuran bumi, tak ada yang tahu berapa masanya, apakah berbatu seperti bumi, atau hanya merupakan bola es atau gas. Jangankan berpikir apakah ada mahluk yang pernah, sedang atau akan bisa hidup di sana.

Namun ada alasan untuk percaya bahwa beberapa planet seukuran bumi, atau mungkin bahkan semuanya, berisi bebatuan. Pekan lalu dua kelompok astronom mengumumkan bahwa planet mirip bumi yang disebut Kepler 78b dan mengelilingi mataharinya dalam tempo hanya 8,5 jam memiliki kepadatan seperti bumi, meskipun terlalu panas untuk bisa mendukung kehidupan.

“Alam tahu bagaimana caranya membuat planet-planet bebatuan yang seukuran bumi,” kata Petigura.

Namun jumlahnya juga masih tak pasti karena Kepler rusak sebelum menuntaskan surveinya. Petigura dan rekan-rekannya kemudian harus menyeleksi planet yang sedikit lebih kecil atau lebih besar dari bumi dengan orbit yang lebih pendek. Demi tujuan analisis dia, “seukuran bumi” didefinisikan dalam rentang satu sampai dua kali ukuran bumi, dan masa orbit antara 200 dan 400 hari.

Petigura dan rekan-rekannya membatasi diri pada 42.000 bintang yang lebih terang dan “berperilaku baik.” Mereka menemukan 603 planet, 10 di antaranya memiliki diameter sama atau dua kali bumi, dan mengelilingi zona yang bisa dihuni atau habitable zone, dengan cahaya seperempat sampai empat kali lipat yang ada di bumi. Dalam sistem tata surya, zona itu terdapat di antara orbit Venus sampai sedikit di luar orbit Mars.
Read more ►
 

Copyright © Raja blog Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger